Pada hari Selasa (5/1) pagi, 100 siswa/siswi SMKN 1 Singaraja-Bali secara resmi mengikuti Pendidikan Pendahuluan Bela Negara yang diselenggarakan di sekolah tersebut. Pelaksanaan pendidikan bela negara itu merupakan yang pertama kali di Kabupaten Buleleng. Pendidikan berlangsung selama dua hari satu malam. Para peserta diwajibkan menginap di sekolah sampai penutupan pada hari Rabu (6/1).
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, SpOG. Sejumlah pejabat baik militer maupun sipil juga diundang dan hadir pada kesempatan tersebut.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST, berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas di luar daerah. Beliau hanya menyampaikan sambutan tertulis yang dibacakan oleh wakilnya.
Dalam sambutannya, Bupati Buleleng antara lain menegaskan, para siswa SMKN 1 Singaraja akan sanggup dan mampu membuktikan bahwa mereka adalah generasi muda yang dapat diandalkan dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI. “Sehingga NKRI tetap berdiri kokoh, lebih maju, dan lebih sejahtera,” ujar Bupati Agus Suradnyana.
Pada kesempatan awal, Bupati memberi apresiasi tinggi kepada Korps Resimen Mahasiswa (Menwa) Ugrasena Bali karena kegiatan tersebut diprakarsai oleh organisasi tersebut.Bali, sebagai pulau tujuan wisata dunia, kata Bupati Buleleng lebih lanjut, memerlukan dukungan dari segenap elemen masyarakat, termasuk elemen generasi mudanya, dalam menjaga keamanan daerah. Sebab, jika keamanan tidak tercipta, maka pariwisata tidak mungkin dapat berkembang.
Kepala SMKN 1 Singaraja Drs. Nengah Suteja, M.Pd seusai acara menegaskan, bahwa pihaknya sangat mendukung pendidikan bela negara tersebut. Sebab kegiatan tersebut singkron dengan pendidikan karakter yang telah lama dilaksanakan di itu. “Kami mendukung sepenuhnya acara ini. Karena tujuannya sejalan dengan pendidikan karakter yang sudah lama kami laksanakan di sekolah kami,” katanya. (mm)



