Banyak event yang diadakan di Buleleng dalam memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Tahun 2018 ini sama seperti tahun sebelumnya diadakan berbagai macam lomba mulai dari lomba berskala kecil seperti yang ada di desa hingga lomba berskala besar seperti salah satunya lomba gerak jalan ( G J ).
Lomba gerak jalan adalah salah satu lomba yang paling banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat juga para siswa dan mahasiswa. Menurut Pak Komang Artanayasa, S.Pd. bahwa kriteria lomba gerak jalan (GJ) ini yaitu: ketepatan waktu dengan bobot 5, keutuhan barisan dengan bobot 3, nilai pos dengan bobot 1. Nilai pos meliputi: kerapian barisan, semangat barisan dan keserasian barisan.
Buleleng tahun ini melaksanakan beberapa jenis GJ yaitu Gerak Jalan 8 km, 17 km, 45 km, dan Gerak Jalan Kreasi/Unik yang bertujuan untuk menghibur. Peserta lomba ini berasal dari berbagai macam kalangan, dari mulai SD/MI sederajat, SMP/MTS sederajat, SMA/SMK/MTA Sederajat, mahasiswa, juga masyarakat umum. Yang tidak kalah antusiasnya mengikuti lomba ini adalah masyarakat yang mengikuti GJ kreatif. Gj kreatif mempertunjukkan penampilan yang unik sesuai dengan musik, lagu yang sudah disiapkan, kostum yang dikenakan, ataupun variasi gerakannya yang memang nyeleneh.
SMK N 1 Singaraja juga tidak kalah antusias dalam menyambut rangkaian acara peringatan Kemerdekaan RI tersebut. Oleh karena itu, dengan penuh percaya diri SMENSI berani mengirimkan 3 peleton untuk berangkat lomba mewakili SMA/SMK se-Kabupaten Buleleng. Persiapan untuk mengikuti lomba GJ ini tentunya perlu seleksi para peserta lomba GJ. Dua peleton putri untuk jarak 17 km dan satu peleton putra untuk jarak 45 km. Sudah pasti memberangkatkan peserta gerak jalan tidak semudah memberangkatkan peserta lomba lainnya. Persiapan 3 peleton GJ itu perlu adanya tes fisik, di antaranya: latihan baris-berbaris, tes lari, /kekuatan fisik. Kemudian peserta GJ digembleng mulai dari keutuhan barisan, ketepatan waktu, semangat/kekompakan, kerapian, dan keserasian barisan yang nantinya akan menentukan siapa yang siap dan siapa yang tidak siap dalam mengikuti lomba gerak jalan itu.
Para pelatih peserta lomba GJ tahun ini yaitu: Pak Komang Artana, S.Pd., Pak Adipa, dan Bu Dea sangat hati-hati dalam menyeleksi peserta yang akan menjadi peserta inti dan cadangan dalam lomba ini. Kegitan ini tentunya tidak akan lancar apabila tidak dibantu oleh kerja sama antara OSIS, MPK, Bela Negara dan PMR serta panitia GJ SMENSI.
Pelaksanaan lomba gerak jalan yang diikuti oleh dua peleton putri SMENSI tepat pada tanggal 11 Agustus untuk gerak jalan 17 km dan satu peleton putra pada tanggal 14 Agustus untuk gerak jalan 45 km. Kegiatan mepiuning (demi mendoakan kelancaran dan keselamatan para peserta lomba gerak jalan) dilakukan sebelum kegiatan lomba oleh semua pihak yang terkait dengan kegiatan lomba.
Tibalah tanggal 11 Agustus 2018, saatnya dua peleton putri tampil menunjukkan kemampuan mereka dalam menempuh 17 km seputaran Buleleng kota. Meski jarak yang ditempuh cukup jauh, mereka mampu melewati pos pertama dengan lancar. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan lagi sampai ke finishnya yakni GOR Bhuana Patra dengan semangat membanggakan sekolah. Mereka pun berhasil mencapai finish.
Lain lagi dengan kisah perjalanan peleton putra yang berjuang dalam kompetisi 45 km dengan start dari Celukan Bawang dan finish di Lapangan GOR Bhuana Patra. Pasukan SMENSI sudah berada di start sejak sore untuk bersiap-siap lanjut berdoa sebelum mereka mulai untuk berlomba. Di lapangan tersebut tampak sekolah-sekolah lain yang juga antusias dengan lomba tersebut. Semangat 45 pasukan SMENSI terasa sekali pada malam itu. Start lomba mulai pukul 01.00 WITA dini hari.
Lomba dimulai dengan semangat yang berkobar di dada masing-masing peserta lomba terutama semangat dari pelatih juga panitia lomba yang sangat optimis akan kemampuan peserta GJ SMENSI. Kurang lebih pukul 06.30 peserta GJ SMENSI tiba di finish dengan perasaan campur aduk. Senang dan lega menjadi satu. Dengan semangat, mereka kembali berjalan kaki menuju sekolah sekitar pukul 07.00 WITA. Lain dengan peleton putri, peleton putra tampak lebih semangat ketika tiba di sekolah.
Setelah lomba yang melelahkan juga penuh kebanggaan itu terlewati, tibalah saat-saat yang ditunggu yakni pengumuman juara. Peleton GJ Putra SMENSI berhasil mendapatkan juara harapan 1, Sedangkan peleton 1 GJ putri mendapatkan juara harapan 1 bersanding dengan peleton 2 GJ putri yang mendapat juara harapan 2. Hal tersebut merupakan kebanggaan tersendiri karena sudah mampu unjuk gigi dan bersaing dengan sekolah-sekolah lain.
Bapak Nyoman Artana, S.Pd. berinisiatif mengadakan syukuran pada tanggal 28 September 2018 untuk merayakan perjuangan putra dan putri SMENSI yang berpartisipasi dalam lomba gerak jalan 17 km dan 45 km.
Syukuran tersebut dirayakan secara sederhana di sekolah, tepatnya di Aula SMK N 1 Singaraja. Acara ini mulai dipersiapkan sejak Kamis dan kegiatan memasaknya dimulai dari Jumat pagi oleh beberapa guru dan pegawai yang tidak ada tugas saat itu. Beberapa OSIS yang sudah meminta izin kepada guru turut membantu persiapan acara syukuran tersebut.
Secara sederhana, pukul 18.00 WITA tempat sudah disiapkan sedemikian rupa. Acara syukuran ini dihadiri oleh guru-guru, peserta lomba, juga siswa yang terlibat panitia gabungan. Acara pun dimulai dengan pembukaan oleh MC, Bapak Nyoman Geria yang menyampaikan beberapa hal mengenai lomba gerak jalan yang sudah terlewati serta pemutaran video selama peserta latihan hingga lomba berlangsung. Acara lalu dilanjutkan dengan beberapa pengisi acara antara lain Sae, pengajar bahasa Jepang dari Jepang, juga ada undangan dan siswa lain yang mengisi acara pada malam itu. Setelah puas menikmati acara, tibalah acara makan yang tentunya sudah sangat ditunggu. Acara berlangsung dengan sukacita sampai pulang sekitar pukul 20.30 WITA.
Begitulah bulan-bulan kemerdekaan dirayakan oleh SMK Negeri 1 Singaraja. Semua itu merupakan rangkaian dari penguatan karakter siswa untuk lebih sadar akan negeri sendiri dan berusaha untuk membanggakan nama sekolah, orang tua, juga nama baiknya sendiri.







