• banner
  • banner
  • banner

:: Selamat Datang di Website SMK NEGERI 1 SINGARAJA :: Love All , Serve All ::

Pencarian

Kontak Kami


SMK NEGERI 1 SINGARAJA

NPSN : 50100288

Jl.Pramuka No.6 Singaraja, Kabupaten Buleleng - Bali


smkn1_sgr@yahoo.com

TLP : (0362) 22187


          

Banner

Photo Terbaru

Antusiasme SMENSI pada Hari Raya Saraswati




Saraswati berasal dari dari kata sr yang berarti mengali. Dalam Regweda V.75.3, Saraswati juga disebut sebagai Dewi Sungai, disamping Gangga, Yamuna, Susoma dan yang lainnya. Saraswati adalah salah satu dari tiga Dewi Utama dalam Agama Hindu, dua yang lainnya adalah Dewi Sri (Laksmi) dan Dewi Uma (Durga). Saraswati adalah sakti (istri) dari Dewa Brahma.

Lomba Pajegan  Lomba Pajegan

Dewi Saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego. Beliau disimbolkan sebagai seorang dewi yang duduk di atas teratai dengan berwahana seekor angsa dan seekor merak. Kedua tangan memegang sitar/veena dan ganitri sedangkan tangan kirinya memegang pustaka/ kitab dan memainkan gitar

Pada hari Jumat, 12 Oktober 2018 SMK NEGERI 1 SINGARAJA (SMENSI) melaksanakan beberapa lomba untuk menyambut Hari Raya Saraswati. Mulai dari lomba Membuat Pajegan dan Kwangen serta lomba Busana Adat Bali ke Pura. Lomba membuat pajegan dan kwangen diikuti oleh seluruh kelas di SMENSI, sedangkan lomba busana diwakili 2 orang putra putri per tingkat jurusannya.

Lomba Busana Adat Bail Ke Pura

Kedua lomba ini berlangsung lancar tanpa halangan yang berarti. Peserta lomba Membuat Pajegan dan Kwangen yang dilangsungkan di lapangan terlihat begitu penuh antusias. Siswa siswi yang ditunjuk untuk mewakili kelasnya tampak menikmati proses pembuatan pajegan dan kwangen. Buah-buah lokal, jajanan Bali, canang dan sampiyan yang melengkapi pajegan jadi tampak indah. Suasana lapangan SMENSI saat itu jadi berwarna-warni.

Lain lagi dengan suasana lomba Busana Adat Bali ke Pura. Para peserta yang mewakili tingkat jurusan itu tampak sedikit gugup karena mengingat lomba ini  selain menunjukkan penampilan peserta berbusana adat Bali ke pura juga berwawasan  dalam bidang busana adat Bali ke pura. Lomba tersebut berlangsung dengan lancar dan tidak kalah seru dengan lomba membuat pajegan dan kwangen meskipun hanya berlokasi di Ruang Tut Wuri Handayani.

Lain siswa, lain juga para guru yang sibuk menyiapkan kegiatan besok yakni persembahyangan. Ada guru-guru yang menyiapkan wastra pelinggih, penjor, tempat untuk meletakkan pajegan, dan juga ada yang memasak. Semuanya dilakukan demi menyambut perayaan Hari Saraswati dengan semarak.

Kegiatan hari Jumat pun diakhiri pukul 1.00 dengan keadaan sekolah yang sudah cukup sepi. Hanya ada OSIS dan guru-guru yang masih berkutat dengan kegiatan bersih-bersih serta kegiatan memasak. Selain kegiatan tersebut, pada pukul 16.00 masih ada satu kegiatan sembahyang yang hanya diikuti oleh beberapa puluh siswa perwakilan dari setiap kelas. Acara tersebut adalah acara pecaruan (pembersihan). Dimulai dari acara nganteb banten, kemudian mendak ngubeng disambut dengan tari rejang dewa. Setelah menghaturkan parama santhi, pukul 18.00 semua orang beranjak pulang ke rumah masing-masing.

Keesokan harinya, tepat di Hari Raya Suci Saraswasti para guru yang bertugas beserta OSIS tampak sibuk menata tempat persembahyangan hari itu. Banten-banten sudah mulai dihaturkan dan para siswa pun sudah bersiap sembahyang.

Sebelum persembahyangan dimulai, Bapak Dr. Somveer memberikan dharma wacana. Beliau merupakan orang India yang sudah lama menetap di Bali. Sungguh sebuah kehormatan untuk bisa mendatangkan Beliau dalam acara yang sakral seperti hari Saraswati saat itu. Beliau menjelaskan sedikit mengenai Astangga Yoga dan juga makna Saraswati dengan perayaannya.

Setelah Dr. Somveer manyampaikan pesannya dalam dharma wacana, dilanjutkan oleh kepala sekolah. Beliau menegaskan apa yang sudah disampaikan oleh Dr. Somveer tadi. “Selain menghargai ilmu pengetahuan siswa juga bisa menghargai lingkungan dengan baik,” tegas Beliau. Setelah itu, persembahyangan bersama dimulai dengan kidmat.

Selesai persembahyangan bersama sambil menerima wangsupada secara bergilir, acara dilanjutkan dengan menam-pilkan tari Rejang Renteng yang telah dipersiapkan oleh para guru wanita nan cantik molek sejak sekitar 2 minggu lalu sebelum hari H.

Kemudian acara masih dilanjutkan dengan tari topeng tua dan topeng keras. Akhirnya acara persembahyangan bersama ditutup dengan parama santhi.

Sebelum siswa dipulangkan acara masih dilanjutkan dengan pengumuman para jawara lomba serangkaian menyambut hari raya Saraswati. Juara lomba pajegan  yaitu: XII Akuntansi A sebagai juara 1, XII Akuntansi B sebagai juara 2, dan XI Akuntansi A sebagai juara 3. Lalu lomba busana adat Bali ke pura diraih oleh perwakilan kelas XI Perhotelan sebagai juara 1, kelas XI UPW sebagai juara 2, dan kelas X OTKP sebagai juara 3.

Akhirnya acara perayaan hari raya Saraswati ditutup mengajak para siswa  memungut sampah  bekas canang sari. Lalu para siswa mulai beranjak pulang setelah membagikan pajegan mereka pada masing-masing kelas.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas